Tag Archives: cupcake my little pony

2160403 The Cute Little Pony and The Courser – Cupcake Part (2)

2 Apr

Assalammu’alaikum,

Lanjutan dari bagian pertama …..

Salah satu rujukan tentang kuda ini, bahkan oleh Allah SWT dipakai sebagai sumpah, pastinya spesial ya, adalah surat ke-100 yaitu surah Al ‘Adiyat yang berarti “yang berlari dengan cepat” http://quran.com/100 atau sering juga ditafsirkan sebagai kuda-kuda perang yang berlari kencang.

imageSahabat2 cantiq2 dan gantenk2 yang semoga selalu dirahmati Allah SWT, berbeda dengan si kuda pony yang imut2 di atas, di dalam surah ini, tepatnya di lima ayat pertama, Allah SWT telah memilih kuda sebagai perumpamaan dan sumpah, dan menggambarkannya sebagai sesuatu yang berlari kencang (tahukah sahabat2 bahwa yang tercatat di dunia ini, kecepatan lari kuda tercepat itu bisa mencapai 70 km/jam?). Masya Allah….

imageMau tahu tentang bagaimana Allah SWT berfirman tentang kuda2 perang di Al ‘Adiyat ini…?Begini Allah mengilustrasikan kuda2 perang yang berlari kencang itu….dengan nafas yang terengah-engah, menyerang di pagi subuh (menurut tafsir, Nabi Muhammad biasa melakukan serangan menjelang subuh, beliau akan menunggu, apabila terdengar adzan di lokasi target serangan, maka beliau akan mengurungkan penyerangan, tapi bila tidak, maka baru beliau akan menyerang), kemudian kakinya yang berlari kencang membentur bebatuan, memercikkan api, dan membuat debu2 beterbangan di sekitarnya, dan dengan gagah beraninya membawa tuannya, si penunggang kuda terjun, merangsek masuk ke dalam kancah peperangan…..

imageYa, sahabat2 cantik dan baik2 hatinya, Allah SWT di separuh awal surah ini seperti memutarkan sebuah trailer film perang jaman dulu, sebuah gambaran bagaimana kuda2 perang bergerak, berlari dengan cepatnya dst dst senagaimana ulasan di atas,….lantas muncul pertanyaan, kenapa ya Allah SWT dalam surah Al ‘Adiyat ini memilih kuda sebagai perumpamaan atau parable…? Kemudian bagaimana kelanjutan gambaran kuda2 perang yang berlari kencang itu….?

imageSungguh menarik sahabat2, yang semoga kita mendapatkan faedah dari membaca dan mempelajari surah ini. Karena ternyata Allah SWT berhenti berfirman tentang kuda2 itu di ayat ke-lima, dan kemudian melanjutkan di ayat ke-enam dengan sebuah ayat yang membuat kita merefleksikan ke dalam ke dalam diri kita sendiri, ya setelah terbawa dengan gambaran visualisasi tertulis tentang betapa garang dan gagahnya kuda2 perang yang berlari kencang dalam lima ayat pertama, kemudian Allah tiba2 saja melanjutkan dengan pernyataan seperti ini…”Sungguh, manusia itu begitu tidak bersyukur kepada Tuhannya” dan kemudian dilanjutkan lagi dengan ayat ke-delapan, “dan sungguh dia sangat berlebihan dalam mencintai kekayaan”

imageYa sahabat, setelah mengambil perumpamaan kuda2 perang yang berlari kencang di lima ayat pertama, Allah SWT, kemudian, seakan-akan berbalik 180 derajat, menunjuk ke arah kita al insan, manusia sebagai indvidu, Dia yang Maha Benar, Maha Tahu akan karakter ciptaanNya, menyebutkan dua karakter manusia, yang pertama bahwa sungguh manusia itu kepada Tuhannya adalah “kanuudun”.

Apa ya yang dimaksud “kanuud” itu? Menurut beberapa ulama tafsir, arti dari kanuud adalah sangat tidak bersyukur, atau ada juga yang mendefinisikan kanuud sebagai orang yang suka menghitung-hitung kesengsaraan atau keburukan yang menimpanya sehingga lupa akan nikmat atau kebaikan2 yang telah Allah anugerahkan kepadaNya sebelumnya.

imageAstaghfirullah, semoga kita termasuk manusia yang dihindarkan Allah SWT dari ke”Kanuudan” ini ya sahabat2. Ya atau tidak? seringkali entah sadar atau tidak terkadang kita sering berkeluh kesah, ketika musibah atau kesedihan atau sedikitnya berkurangnya kenyamanan yang menimpa kita, sehingga melupakan nikmat yang sudah kita rasakan begitu lama dan tak terhitung banyaknya, sehingga menutup rasa syukur kita kepada Allah SWT.

Lantas, apa hubungan perumpamaan kuda2 perang itu dengan karakter manusia ini yang pertama disebut Allah sebagai Kanuud ini?

Bersambung ke bagian ke-3 ……

Advertisements

2160401 The Cute Little Pony and The Courser – The Cupcake Stand (3)

1 Apr

Assalammu’alaikum,

Lanjutan Bagian ke-2 ……

imageMenurut beberapa tafsir baik dalam bentuk ceramah (ustadz Firanda, Nouman Ali Khan, dll), serta tertulis Ibnu Kathir, kuda2 saja yang merupakan salah satu binatang ciptaan Allah SWT, begitu tunduk dan patuhnya-nya kepada manusia, ketika manusia merawatnya dengan hanya usaha yang sangat minim, memberi makan rumput, membuatkan sepatu kuda, dan pelana, memberikan kandang, menyayangi dan menjaganya, dan lihatlah bagaimana kemudian kuda2 itu begitu patuh dan taatnya kepada tuannya, bahkan ketika diajak berperang-pun, tiada berpikir dua kali, enggan atau malas, dipacu dengan sangat cepatnya, sampai kuku2 jarinya yang beradu dengan bebatuan memercikkan api, tanpa kenal takut dan gentar, dengan gagah menerjang di tengah2 pasukan musuh, tak gentar, tak menghiraukan keselamatan nyawa-nya sendiri demi membawa tuan, manusia yang menungganginya menang, melawan musuh2nya….Masya Allah…

imageSementara bagaimana kita manusia, sebagai hamba Allah SWT, makhluq kepada Khaliq yang menciptakan kita? Kita manusia yang dilebihkan Allah diatas makhluq lainnya, yang dianugerahi akal untuk berpikir, dan yang tak terhitung nikmat yang begitu banyaknya di curahkan Allah SWT kepada kita manusia, oksigen, air, tanah, hewan, tumbuhan, semuanya untuk kita, aneka makanan, minuman, kesempurnaan rupa dan fisik, panca indera, alat2 tubuh yang berfungsi normal, kecantikan, ketampanan, rumah, mobil, pekerjaan, rizki, keamanan, kenyamanan, gunung, laut, sungai, semua telah ditundukkan Allah SWT untuk kita manusia. Lantas sejauh mana kepatuhan, ketaatan dan loyalitas kita kepada Allah SWT? Apakah melebihi, sama atau bahkan lebih rendah dari ketaatan kuda2 perang itu kepada manusia, sang tuannya?

imageSubhanallah, sering kali kita lupa dan lalai dalam bersyukur dan menyebut2 namaNya, sering kali kita tidak ikhlas dan kurang khusyuq apalagi beristiqamah mengabdi kepadaNya. Jangankan tak kenal takut, berani, tanpa banyak pikir, berkorban tenaga bahkan nyawa di jalan Allah seperti kuda2 perang, bersedekah dan berinfaq yang sedikit saja, terkadang masih suka kita kotori dengan berbagai penyakit hati, berhitung-hitung alias pelit, riya, pamer, suka menyebut-nyebut, berharap sesuatu yang lebih besar, berharap pujian dan sebagainya….

Astaghfirullah…..astaghfirullah…..astaghfirullah….mohon ampun rasanya wajib setiap detik dan berlindung kita hanya kepada Allah SWT, agar senantiasa kita terhindar menjadi apa yang disebut Allah sebagai Al Kanuud ini, ya sahabat2…..

imageKemudian, Allah SWT melanjutkan dengan ayat ke-delapan, menyebutkan karakter kedua manusia, adalah bahwa kecintaannya kepada kekayaan, harta benda, hal2 keduniawian, istilah yang dipakai Allah adalah “shadiidun”, arti dalam bahasa Inggris, surely intense, severe, very strong, mungkin arti dalam bahasa kita, sangatlah sangat ya, begitu kuat, begitu bernafsulah kira2. Coba kita renungi, perumpamaan kuda yang terengah2 berlari kencang untuk berperang dengan kondisi manusia yang begitu bernafsu memburu harta benda dunia, menggebu-gebu….rasanya mirip ya.

imageMasya Allah sungguh perumpamaan dan penggambaran yang pas dari Allah SWT tentang kuda2 perang yang berlari kencang ini dengan dua karakter manusia, Kanuudun dan Shadiidun ini, namun dalam kondisi yang paradoks. Paradoks pertama untuk Kanuudun, Kalau kuda perang berlari kencang karena patuh dan taat pada tuannya, sementara manusia sering lalai, lupa untuk bersyukur, berat untuk taat, bebal untuk loyal dan patuh hanya ketika butuh, kepada Penciptanya, Tuhannya. Naudzubillahimindzaliiq

imageDan paradoks kedua, ketika kuda perang berlari kencang, dengan nafas yang terengah-engah, berlari sampai kakinya memercikkan api, penuh nafsu karena terbawa semangat tuannya yang menungganginya untuk memenangkan perang di jalan Allah, sementara, manusia memacu hidupnya untuk mengejar dunia penuh nafsu, memburu harta benda dunia….seakan-akan dirinya akan hidup selamanya, tak akan mati….Syadiidun, kecintaan akan harta, kekayaan, dunia yang berlebihan. Naudzubillahimindzaliiq

Sahabat2 yang semoga selalu dirahmati Allah SWT, menutup surah pendek ini dengan tiga ayat terakhir, seakan-akan Allah SWT menyadarkan kita, membangunkan kita, dan ingin menyembuhkan kita dengan memberikan sekaligus obat yang mujarab, bagaimana agar kita manusia dapat terhindar dari menjadi Kanuudun dan Shadiidun ini, yaitu dengan ingat akan kematian. Ingat akan bahwa masih akan ada tahapan kehidupan setelah mati.

Inilah tiga ayat terakhir itu QS Al ‘Adiyat 100:9-11,

“Maka apakah dia tidak mengetahui, apabila dibangkitkan apa yang di dalam kubur? Dan dilahirkan apa yang tersimpan di dalam dada? Sungguh, Tuhan mereka, kepada mereka pada hari itu, benar-benar Maha Teliti”

Ya sahabat, tentunya sebagai orang yang beriman, kita yakin dan percaya bahwa perjalanan hidup kita di dunia ini adalah sementara, dan pada saat kita dipanggil kembali oleh Pencipta kita, karena setiap yang hidup akan mati, maka apakah kuburan menjadi terminal akhir perjalanan hidup kita, end of story? Ternyata tidak sahabat, di alam kubur, atau di alam barzah ini, adalah masa tunggu, yang juga akan kita tinggali sementara waktu, menunggu datangnya hari akhir, dimana seluruh dunia akan hancur kecuali Allah Ta’ala, ketika bumi akan dibangun dan kemudian diratakan kembali oleh Allah SWT menjadi padang yang luas, menampung seluruh manusia sejak awal sampai akhir, maka kemudian tibalah hari kebangkitan, dimana Allah akan membangkitkan manusia dari dalam kuburnya, berbaris-baris dengan berbagai kondisi yang sesuai dengan amalannya selama periode hidup di dunia.

imageDan Allah, adalah Hakim Maha Teradil dan Maha Teliti, ketika buku catatan amal perbuatan akan dibagikan, tanpa sedikitpun tertinggal, baik buruk sekecil apapun akan diperhitungkan, termasuk apa2 yang tersembunyi dalam hati yang hanya diri kita dan Allah saja selama hidup di dunia yang tahu. Masya Allah sahabat, berlindung dan memohon kita akan rahmat Allah SWT dan syafa’at Nabi kita, dalam menghadapi hari itu, karena dapat dipastikan pahala2 amalan kita selama hidup di dunia ini tak akan sanggup, membeli dosa2 kita. Inilah terminal akhir kehidupan kita, yang akan kekal selamanya, yaitu alam akhirat…harapan dan do’a senantiasa kepada Allah SWT agar memberikan hasanah atau kebaikan bagi kita di dunia dan juga di akhirat…Amin Amin Amin Yaaa Rabbal ‘alamiin.

imageSebagai penutup, tentunya terimakasih kepada Mba Hanny atas requestnya cupcake stand My Little Pony untuk ananda Queennete, yang menjadi sebab tertulisnya catatan ini, semoga sedikit memberikan pengingat kalau-lah faedah menjadi sesuatu yang terlalu wah…

Astaghfirullah, subhanallah, wal hamdulillah, wa laa ilahhaillallah, wa Allahu Akbar
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ‘aali Muhammad…

Wa Allahu alam bisshowab…
Tentunya yang benar dari Allah SWT, yang salah dan khilaf adalah dari penulis…
CMIIW

Wassalam