2150609 Love Ramadhan 💚💚

25 Jun

logo for fb cupcake-kooAssalammu’alaikum wrwb,

Posting kali ini insya Allah melanjutkan catatan Stitch Parade! beberapa waktu lalu ya sahabat cantiq dan ganteng, mengenai beberapa tip sikap mental yang semoga lebih mengoptimalkan Ramadhan kita.
Kalau tidak salah di catatan sebelumnya yang menemani paket2 lucu stitch, sudah tiga poin yang kita sampaikan, yang kalau boleh secara singkat kita flash kembali di catatan kali ini,

IMG_20150609_084935Pertama, adalah banyak bersyukur kepada Allah azza wa Jalla sahabat karena,

Allah telah mengijinkan usia kita sampai pada Ramadhan 1436H ini, sehingga berat bagi kita untuk melalui detik demi detik Ramadhan tanpa ahsanu amalan, melakukan amalan2 terbaik kita. Bersyukur akan kesehatan dengan menjalankan ibadah shaum atau puasa ini dengan penuh keikhlasan hanya mengharap ridhloNya semata. Bersyukur akan keluasan rizki yang dianugerahkan Allah Ar Rahman Ar Rahim, sehingga sayang sekiranya bulan yang penuh kucuran rahmat Allah SWT, tidak kita manfaatkan untuk banyak bersedekah, bahkan istilah yang dipakai Allah SWT adalah pinjaman, Allah SWT tidak meminta apapun dari kita kecuali keikhlasan dan hanya mengharap ridhloNya, yang pinjaman itu akan digantiNya dengan berlipat ganda, dan di akhirat pahala yang mulia, sebagaimana firmanNya di dalam surah Al Hadid : 11,

“Barang siapa meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan mengembalikannya berlipat ganda, dan baginya pahala yang mulia.”

Masya Allah sahabat, Allah SWT Maha Benar dan Maha Pasti dengan janjinya, lantas mengapa hati kita masih sering diserang penyakit bakhil wa pelit…? Naudzubillahimin dzaliq….Semoga Allah SWT melindungi hati kita dari penyakit Ini ya, dan menganugerahkah hati2 kita dengan sifat syukur dan dermawan, Amin YRA.

 

IMG_20150609_084842Kedua, momen perbaikan/revitalisasi niat

Niat itu intangible sahabat, tak dapat disentuh, diraba, didengar atau dilihat, tapi bisa dirasakan. Niat adalah wilayah spiritual yang sangat penting dan perlu terus dipelihara kebersihan dan kesehatannya layaknya fisik kita.

Dan momen Ramadhan menjadi momen yang sangat tepat, ketika kita mengekang dorongan atau kecenderungan kebutuhan fisik kita akan berbagai hal yang tangible, makan, minum dan lain2 nya, maka pada saat yang sama, spiritual kita akan mendapatkan ruang yang lebih longgar dibanding hari2 biasa kita, memberi kesempatan spiritual kita untuk lebih berkembang dan bersinar, sinar ketaqwaan, tunduk dan patuh hanya Kepada Allah SWT, sebagaimana tujuan shaum atau puasa, adalah dalam rangka mencapaikan spiritual kita ke derajat taqwa,

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” Qur’an, Al Baqarah : 183

Jadi hendaklah selalu kita ingatkan diri kita, untuk terus meluruskan niat kita, bahwa amal ibadah yang kita lakukan adalah dalam rangka mengharap ridhlo Allah semata, menjadi hamba yang bertaqwa. Tidak yang lain-lainya. Dan diri kita sangat perlu diingatkan terus menerus dan berulang-ulang sahabat, karena sifat lupa yang sudah embeded dalam diri kita sebagaiman manusia.

Maka di saat2 sendiri, di waktu2 yang hikmat ketika spiritual kita dalam kondisi paling rileks, ketika bangun dari tidur injeksikan kembali niat yang lurus untuk memulai hari, ketika sejenak dalam renungan selesai sholat, meluruskan kembali niat yang mungkin sudah sedikit berbelok kesan kemari, dan ketika kembali kita akan tidur, ingatkan kembali diri dengan introspeksi obeyktif apakah seluruh aktifitas seharian tadi sudah atau belum paralel dengan niat yang lurus?

IMG_20150609_084527Ketiga, peningkatan kualitas ibadah wajib harian

Ya sahabat cantik dan ganteng yang baik2 hatinya, ibadah wajib harian kita, yaitu 17 rakaat shalat fardhlu, insya Allah menjadi tepat di setiap Ramadhan untuk kita tingkatkan kualitasnya, dari ketepatan waktunya, sampai ke tingkat kualitas kekhusyukannya insya Allah aminnn…betapa pentingnya shalat lima waktu ini sehinga ia menjadi penentu amalan ibadah lainnya,

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

“Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa.” (HR. Bukhari no. 528 dan Muslim no. 667) – diambil dari rumaysho.com

Begitu gamblang sahabat cantiq, tahapan pensucian spiritual kita dalam agama Islam ini, ketika sholat lima waktu menghapuskan dosa2 harian kita, Allah menyempurnakan penyucian jiwa kita dengan membakarnya di bulan suci ini Ramadhan, ingatkah sahabat bahwa proses pembakaran atau pemanasan akan memisahkan yang murni dari aneka impuritas yang mengotori, maka demikian juga dengan jiwa kita. Sungguh, ibadah yang telah dicontohkan Rasulallah sudahlah lengkap, kompak, tak ada keraguan sedikitpun, sami’na wa ‘ataqna, kami dengar dan kami taat. Sederhana, tinggal perjuangan kita untuk menegakkannya.
IMG_20150606_123432Keempat, istiqamah

Sahabat2 yang dirahmati Allah SWT, istiqamah atau semoga benar kami padankan dengan konsisten, atau ‘steadfast’ ini menjadi salah satu kunci keberhasilan. Kalau boleh kami artikan istiqamah ini adalah segala upaya yang dilakukan untuk terus-menerus berfokus pada tujuan, maka dengan istiqamah semua amalan harusnya memberikan buah, harusnya mengantarkan kita pada tujuan yang ingin kita capai.

Semoga tepat perumpamaan yang ingin kami sampaikan untuk istiqamah ini adalah, seperti seorang petani yang mengolah sebidang sawahnya atau tanah kebunnya, tentunya akan mengolahnya, dengan tujuan mendapatkan hasil panen, apakah itu padi, gandum, buah2an atau hasil tanaman lainnya yang menguntungkan. Dari memilih benih, menyiapkan tanahnya, mulai menanam benih, menyirami, memupuk, menjaga dari hama dan gangguan lainnya, membutuhkan ilmu dan amalan atau tindakan penjagaan yang terus menerus tak kenal henti. Istiqamah, ada ilmu, ada method, ada kesabaran, ada tindakan nyata ada doa, akan berbuah keuntungan.

Atau perumpamaan seorang pembalap yang harus berlatih keras, menyiapkan mobil balapnya dengan sangat hati2, berkonsentrasi penuh dengan kendaraannya, menginjak gas pada saatnya, menginjak rem juga pada saat yang tepat, fokus menjaga laju mobilnya lurus, jangan sampai menabrak pagar di kiri kanan lintasannya, insya Allah kemenangan akan diraihnya.

Maka sahabat, target dan rencana baik yang sudah ditetapkan di awal Ramadhan, seperti target untuk full tarawih di masjid. Atau paling tidak tarawih full di malam Ramadhan, target qatam Qur’an yang berarti minimal satu juz selesai dalam satu hari, atau target bersedeqah sekian rupiah di bulan Ramadhan, tetapkan niat, jangan goyah, kejar target2 yang anda tetapkan sendiri, pinjamkan waktu Ramadhan ini hanya kepada Allah dengan amalan terbaik anda, maka Allah SWT adalah sebaik-baik Pemberi Balasan.

Hambatan hanya ada dalam diri kita, sahabat, lawan kemalasan, lawan diri kita, jangan mengasihan diri, latih diri kita, pacu. Istiqamah, selesaikan yang telah kita mulai, insya Allah kita akan petik panen kita, atau melewati garis finish dengan penuh kebahagiaan, Amin YRA.
Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita bagaimana untuk selalu istiqamah dalam menjalankan islam dan iman kita ini ya sahabat semua, semoga kita termasuk orang2 yang beruntung.
IMG_20150609_085232

Kelima, adalah Do’a, Do’a dan Do’a

Sahabat cantik dan gantenk yang semoga dirahmati Allah SWT, tips terakhir mengoptimalkan Ramadhan kita ini amat sangat penting, kami ambil dari bersamadakwah.net adalah jangan lupa untuk memperbanyak do’a sahabat, apa2 yang menjadi hajat atau cita2 yang belum tercapai, termasuk yang terpenting mohon ampunan atas dosa2 kita, berikut :

Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak doa. Ayat tentang puasa dalam surat Al Baqarah yang langsung dilanjutkan dengan ayat tentang doa mengisyaratkan hal ini.
Secara khusus, ada tiga waktu di setiap hari selama bulan Ramadhan yang merupakan waktu-waktu mustajab untuk berdoa. Berdoa di waktu-waktu ini, insya Allah lebih mudah dikabulkan Allah.

Sepertiga malam terakhir

Pada hari-hari biasa, sepertiga malam yang terakhir juga merupakan waktu mustajabah untuk berdoa. Di bulan Ramadhan, berdoa di waktu ini lebih mudah bagi banyak orang karena umumnya waktu ini adalah waktu sahur.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepadaKu, niscaya akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepadaKu, niscaya Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepadaKu, niscaya akan Aku ampuni.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Sepanjang waktu puasa

Yakni sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Sebagaimana sabda Rasulullah:

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: (pertama) orang yang berpuasa sampai ia berbuka” (HR. Ahmad; shahih lighairihi)

Saat berbuka

Perbanyak doa saat berbuka karena waktu ini juga waktu mustajabah untuk berdoa.

“Sesungguhnya do’a orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak.” (HR. Ibnu Majah; hasan)

Jangan sia-siakan tiga waktu ini ya. Setiap hari selama Ramadhan.
Demikian sahabat2 cupcakekoo yang cantik dan gantenk hatinnya, lima tips sikap mental untuk mengoptimalkan Ramadhan, semoga menjadi pemacu kami sendiri dalam beramal, dan sedikit berbagi manfaat dengan shabat2 semua, semoga Allah meridhloiNya.
Astaghfiruallah, wal hamdulillah, wa laaailahailla Allah, wa Allahu Akbar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: