1130113 Candice’s cups on the chilly windily rainy days …

15 Jan

pub candice

Minggu-minggu akhir Desember sampai pertengahan Januari ini, hari-hari kita dipenuhi oleh angin dan hujan ya, angin yang biasa berhembus sepoi-sepoi membawa kabar akan turunnya hujan kali ini cukup bahkan sangat membuat ribut. Tak seperti musim-musim penghujan sebelumnya, yang menurut berita Jabodetabek diterpa hembusan angin yang 3-5 kali lebih kencang dari musim-musim penghujan sebelumnjya. Yah, kita hanya berharap dan berdo’a kepada Allah SWT agar penghujan ini selalu membawa kebaikan buat kita semua, Amin.

Di awal Januari 2013 ini, cupcake-koo alhamdulillah memperoleh kepercayaan dari sahabat baru sister Prisca atau aku panggilnya Mba Prisca untuk buatin cupcake buat ultah ke 4 candice putrinya yang lucu unyu-unyu.

Mba Prisca ini sempat gagal order di akhir Desember 2012 kemaren, karena terlalu mefet pesennya, H-1 bok! akhir tahun lagi, cupcake-koo! Juga sudah agak tepar waktu itu. Tapi walhasil akhirnya karena emang sudah rezki kali ya alhamdulillah terkirim juga pesananannya kali ini buat Candice.

Mama Candice ini sempat tercengang juga karena begitu request pagi untuk cupcake birthday candice buah hatinya, minta dibuatin tulisan “candice 4th bday” … siang-nya cupcake-koo! langsung mencoba buat kombinasi tulisan, dasar dan detil2 ber-nuansa pink, dengan elemen2 : dasar pink, center topper pink tua, pita putih untuk dasar nama candice, terus tulisan bday dan 4th ditaruh dibagian bawah dan atas dipilih warna putih. Terakhir adalah bunga 2 layer yang ditaruh disisi kiri atas untuk pemanis. 

Begitu dikirimin picture samplenya … mama Candice langsung suka dan bilang “kok cepet banget …”. Yoi, cupcakek-koo! Lagi mengaplikasikan tahap ke-2 New Year, New Plan, New Self-nya (disingkat NY-NP-NS) tulisan si bapak Ahmad Alsawi : “Don’t procrastinate”! hehehe….

Dan inilah hasil akhirnya candice’s cup untuk ultahnya yang ke-4 cukup manis, dengan 3 warna sesuai request mamanya pink, kuning dan merah.

Semoga suka, dan alhamdulillah sepertinya Mb Prisca kasih komen yang menggembirakan hehehe …”Saya sudah terima kuenya terima kasih banyakkkk….” tapi ….hehehe ada tapinya …”tapi ada sedikit beberapa yang toppernya copot, mungkin karena terlalu goncang waktu dibawa di mobil.” Hehe betul-betul, lupa gak dikasih lem (butter krim). “ Tapi rasanya enak, ada beberapa temanku yang tanya pesan dimana, aku udah info mereka.” Siiiipppp….Semoga acara ultah Candice meriah dan sehat dan makin pintar yah buat Candice.

Sippppp….ayo buat mommy2 yang lagi pusing nyiapin bd buah hatinya call ya 021-88865614 atau 0855-101-2971 atau PIN 28A50FA1 mungkin perlu cuba cupcake-koo! hehehe.

Begitulah seketik cerita cupcake-koo! kali ini, dan kayaknya kurang dalem kalau gak pake dikata-kata bijak-in hehehe …. apa ya yang cucok? Gimana kalau pakai keyword ‘hujan’ dapat apa ya kira-kira ….? coba kita lihat …. dan

Subhanallah!!! … ada sumber yang bagus, fakta tentang hujan yuuk belajar sains dulu tentang hujan, dan segala puji bagi Allah cupcake-koo! sempet coba terjemahin, semoga sahabat2 semua dapetin sedikit manfaat … untuk (lebih) bersyukur saat hujan turun J. Yah paling tidak kalau dulunya sahabat2 termasuk saya suka kesal, bete karena hujan nih di jabodetabek bisa dipastikan bawa teman2nya yang kurang menyenangkan macam macet, banjir dan kotor…semoga memberi perspektif lain dalam menyikapi hujan…

Yang Pertama, Ukuran Hujan

Qur’an Az Zukhruf  (43) ayat 11 : “Dan Dia yang menurunkan air dari langit menurut ukuran, dan Kami hidupkan negeri yang mati dengan air itu. Seperti itulah kamu akan dihidupkan (dari kematian).”

“ukuran” adalah kata yang unik ya dalam rangkaian kalimat atau ayat Allah ini, mengapa ? Adakah pesan atau fakta dibalik kata ini. Padahal sepintas rasanya cukup manusia mengerti bahwa betul Allah yang telah menurunkan hujan dengan kekuasaannya untuk membasahi bumi, sungguh fatal bagi tanah tanpa air, gersang dan tandus, kehidupan bakalan tak akan ada. Pengertian atau kesadaran akan rahmat Allah dengan menurunkan hujan yang mampu menumbuhkan berbagai tanaman dan juga hewan sangat mudah ditangkap dan dimengerti oleh kita manusia awam ini.

Jadi, pastilah ada sesuatu ilmu dibalik kata “ukuran”, kenapa musti diukur? Apanya yang diukur? Berapa ukurannya? Tentu saja inilah tugas manusia yang telah diberikan akal, menjadikan manusia makhluk Allah yang paling cerdas di muka bumi, terimakasih yah buat ilmuwan/scientist yang yah dari mereka yang mengkonsumsi waktu berharga mereka untuk meneliti, menekuni, menyelidiki sehingga mampu menguak “rahasia” dibalik “ukuran” hujan ini.

Sahabat terkasih, ternyata “ukuran” dalam ayat  ini berhubungan dengan dua sifat atau karakteristik dari hujan. Yang pertama, jumlah air hujan yang jatuh ke bumi adalah selalu sama. Diperkirakan dalam satu detik, 16 juta ton air menguap dari atas bumi, jumlah ini sama dengan air yang juga jatuh ke bumi dalam satu detik. Ini berarti bahwa air terus menerus bersirkulasi dalam siklus atau putaran yang seimbang. Tentu saja sahabat, fakta ini sangat erat kaitannya dengan “ukuran” bukan?

Fakta lainnya tentang “ukuran” hujan adalah, kecepatan jatuhnya. Ketinggian minimal dari awan hujan adalah 1200m, Ketika jatuh dari ketinggian ini, sebuah obyek yang mempunyai berat dan ukuran yang sama seperti titik air hujan, akan terus menerus mengalami percepatan (karena gravitasi-red) dan jatuh ke tanah dengan kecepatan 558 km/jam. Dengan kecepatan seperti ini, sembarang obyek yang menghantam tanah akan mengakibatkan kerusakan yang sangat besar. Bayangkan hujan turun dengan kecepatan seperti ini, sawah2 akan hancur, daerah pemukiman, rumah, mobil akan hancur dan rusak, orang tak bakalan bisa berjalan dibawah hujan dengan kecepatan seperti ini (bolong kalee kepala…!!! red).

Yang lebih lagi, perhitungan ini dibuat untuk awan hujan dengan ketinggian 1200m, sementara ada juga awan hujan yang tingginya sampai 10.000. Tetesan air hujan yang jatuh dari ketinggian seperti ini berdasarkan hitungan ilmiah tentu saja akan menimbulkan kehancuran yang sangat besar. Walaahhhh yok opo gak remuk yo…..!!!

Namun, akan tetapi, walaupun demikian, jangan khawatir …. kenyataannya bukan seperti ini cara Allah menugaskan hujan untuk meng”hujan”i dunia….Alhamdulillah!!! Ternyata dari ketinggian berapapapun titik2 air hujan itu jatuh berasal, rata2 kecepatan air hujan itu hanya 8-10km/jam ketika mereka menyentuh tanah. Wow….? dari berapa tadi? 558 km/jam menjadi 8-10km/jam. Begimana bisa? Ternyata kondisi ini disebabkan karena bentuk tetes hujan itu lho sahabat … yang khusus rupanya…. (coba ada gambarnya ya….?). Bentuk tetes air hujan itu khusus karena dengan bentuknya yang sedemikian rupa, akan memperbesar efek gesekan dengan atmosfer sehingga mencegah agar percepatan saat titik2 air hujan itu menyentuh tanah mencapai “batas” atau “ukuran” kecepatan tertentu.

Jadi dua fakta tentang ukuran titik air hujan itu tadi itu ya sahabat2, ternyata volume dan kecepatannya ada yang ngatur ….ada Master Mind-nya … Subhanallah! Dan teknik ini ditiru lho untuk pembuatan parasut … keren.

Tunggu belum selesai … masih chemungudhhh……Ada satu lagi fakta terkait dengan “ukuran” dalam surat 43:11 tadi, yaitu fakta tentang suhu. Pada lapisan atmosfir dimana hujan itu berasal, suhunya turun sampai dengan 400 derat Celcius. Adhemmm rekkkk….!!! Terus kenapa? Lha suhu asal turunnya sebegitu dingin, tapi hujan jarang ya turun dalam bentuk butiran2 es (kalau terjadi, kondisi ini bisa menjadi ancaman juga kan buat makhluk di bumi). Alasannya adalah, bahwa air di atmosfer itu adalah air murni, dan seperti diketahui air murni itu susah membeku pada suhu yang sangat rendah ….. ooooooh baru tahu juga neh hahaha…. Masya Allah yaaaa.

Yang Kedua, Pembentukan Hujan

Bagaimana terbentuknya hujan telah menjadi sebuah misteri yang sangat besar bagi manusia (yang berpikir) dalam waktu yang sangat lama.  Hanya setelah radar ditemukan, barulah memungkinkan untuk mempelajari tahapan terbentuknya hujan. Terbentuknya hujan itu melalui tiga tahapan, yang pertama adalah “bahan mentah” dari hujan naik ke udara. Kemudian, awan terbentuk dan terakhir turunnya hujan. Tiga tahapan ini jelas didefinisikan dalam Qur’an surat Ar-Rum (30) ayat 48 :

“Allah lah yang mengirimkan Angin, lalu angin itu menggerakkan awan; dan kemudian Allah menyebarkan awan-awan itu di langit sesuai yang Dia kehendaki, dan memecahkannya menjadi bagian-bagian (gumpalan-gumpalan), sampai kamu melihat titik-titik hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hambaNya yang Dia kehendaki, perhatikanlah mereka sungguh-sungguh bergembira.”

Jadi tahap pembentukan hujan sebagaimana firman Allah dalam ayat diatas,

Tahap pertama, “Allah lah yang mengirimkan angin ….” butir-butir udara yang tak terhitung jumlahnya, terbentuk di dalam lautan terus menerus menyembur dan mengakibatkan partikel2 air terlontar ke udara. Partikel2 yang kaya dengan garam ini, terbawa oleh angin dan bergerak naik ke atmosfir. Partikel-partikel ini disebut aerosol kemudian membentuk awan dengan mengumpulkan uap air yang ada di sekelilingnya – yang kemudian naik dari laut – sebagai titik-titik air yang amat kecil, melalui mekanisme yang disebut “water trap”(apa ini ?)

Tahap kedua, “… dan mereka (angin) menggerakkan awan; dan kemudian Allah menyebarkan awan-awan itu di langit sesuai yang Dia kehendaki, dan memecahkannya menjadi bagian-bagian (gumpalan) …” Awan terbentuk dari uap air yang mengembun disekitar kristal garam atau partikel debu di udara. Karena butir2 air yang ada di awan ini sangat kecil berdiameter antara 0.01 sampai 0.02 mm), awan tertahan di udara dan mereka menyebar di langit. Sehingga langit tertutup oleh awan-awan ini.

Tahap ketiga, “… sampai kamu melihat titik-titik hujan keluar dari celah-celahnya …” Partikel air disekitar kristal garam dan partikel debu menebal dan membentuk titik hujan. Kemudian, titik-titik air hujan menjadi makin berat dibandingkan dengan udara keluar dari awan dan mulailah turun sebagai air hujan.

Subhanallah ….

Kehidupan diberikan pada Tanah yang Mati

Banyak sekali ayat-ayat di dalam Qur’an yang menyebutkan fungsi hujan sebagai “memberikan hidup pada tanah yang mati”, seperti dalam surat Al Furqan (25) ayat 48-49 :

“Dan Dia lah yang meniupkan angin, pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya; dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih. Agar (dengan air itu) kami menghidupkan negeri yang mati (tandus) dan Kami memberi minum kepada sebagian apa yang telah kami ciptakan, (berupa) hewan ternak dan manusia yang banyak.“

Selain memenuhi bumi dengan air, hujan juga mempunyai efek fertilisasi atau penyuburan. Titik air hujan yang mencapai awan setelah diuapkan dari laut, mengandung zat-zat tertentu “yang akan memberikan kehidupan” pada tanah yang gersang/tandus. Tetesan “pemberi-hidup” ini disebut “tetes tegangan permukaan (apa ye istilah ilmiah dalam bahasa indonesianya hehehe?)”. Tetesan-tetesan yang terbentuk dari permukaan atas lautan yang disebut “micro layer” atau lapisan mikro oleh para ahli biologi. Di lapisan ini, lebih tipis dari sepersepuluh mm, ada banyak sisa-sisa organik yang disebabkan oleh polusi alga dan zooplankton mikroskopis (pokokek makhluk cuiliiiikk ciliiiikkk kudu musti di-inceng pake mic eh mikroskop nek pengin ndelok hehehe).

Beberapa jenis makhluk renik ini, memilih dan memilah serta mengumpulkan dalam dirinya beberapa elemen yang langka di dalam air laut seperti fosfor, magnesium, potassium dan beberapa jenis logam berat (heavy metal!!!) seperti tembaga, besi, cobalt dan timah. Tetes2 dengan kandungan “penyubur” ini kemudian terangkat ke langit oleh angin dan kembali lagi diturunkan ke bumi melalui air hujan. Benih dan tanaman di bumi menemukan aneka macam mineral dan garam serta zat2 penyubur untuk pertumbuhannya ada pada tetesan air hujan ini.  Informasi ini juga dijelaskan dalam ayat Qur’an lainnya Surat Qaf (50) ayat 9,

“Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah, lalu Kami tumbuhkan dengan (air itu) pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat di panen.”

Garam yang jatuh bersama dengan air hujan adalah contoh kecil mengandung aneka mineral seperti calsium, magnesium dan potassium sangat berguna untuk menyuburkan tumbuhan. Logam berat yang juga ditemukan pada sejenis aerosol, di lain pihak juga merupakan elemen lain yang juga diperlukan untuk meningkatkan kesuburan dam pertumbuhan dan produksi tanaman. Hutan-hutan juga ditumbuhkan dan diberi asupan melalui bantuan aerosol yang berasal dari laut ini. Dalam hal ini, 150 juta ton penyubur jatuh ke seluruh permukaan tanah setiap tahunnya. Jika tidak ada penyubur alami seperti ini, tentulah tumbuhan hanya sedikit sekali yang ada di bumi ini, sehingga keseimbangan alam atau ekologi akan rusak atau terganggu.

Begitulah sedikit hikmah dibalik hujan, semoga menjadi ringan lidah kita untuk mengucapkan “Subhanallah, wa Alhamdulillah wa Laailaahaillallah wa Allahu Akbar !” (Maha Suci Allah, Segala Puji bagi Allah, Tiada Tuhan yang Berhak disembah kecuali Allah dan Allah Maha Besar) mengiringi hembusan angin dan tetesan air rahmat yang bernama hujan.

Amin Yaa Rabbal Alamiiin….

Sumber : http://sunnahonline.com/library/the-majestic-quran/425-about-the-rain-in-the-quran

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: